Senin, 17 November 2014

Tentang Apa untuk Siapa


apa kabar mu sore ini,
apakah kau rasakan apa yang kurasakan,
apakah kau erat memeluk rindu yang pilu,
apa apaun rasa mu, baik-baik selalu doa ku,
untuk mu,..
masih sayup ku rasa  semua berlalu,
melewati malam dalam bayangan
dan gelap kian  menembus batas senja,
masih ku berdiri menanti balas mu,.
yang masih teguh menuntut ilmu,
biar semua berjanji indah pada mu...
bercerita tentang hidupnya yang cantik,
dan senja menawan dalam genggaman,
tanpa sedikit pun kesederhanaan,
biar saja mereka mengejar mu,
mencoba taklukan segala dinginnya sikapmu,
biar saja tak ada harapan untuk ku dari mu,
namun ku percaya, tentang apa di hati ku,.
aku pun bukan mereka,
dan ku yakin kau pun juga mereka,
biarkan kita dalam pribadi  yang tak tertandingi,
dan biar puas aku berharap,
semoga kau kan balas semua pinta di dada,.
aku bukan apap-apa,
tak punya apa-apa,
dan takkan kehilangan apa-apa,
dan diri mu hanyalah kepiluan di hati ku,
yang kan terobati saat kau peluk aku,
dan bisikan kata mesra terindah untuk ku,
"aku pun kan mencoba menyayangi mu,
dengan semua tentang mu,
 dan segala apa yang ada dalam genggam mu,
hingga aku benar-benar sayang pada mu,
apa adanya, "
kasih semoga semua itu mimpi yang nyata,
yang benar-banar ada,
setelah sekian lama aku terpejam dalam harap ku

Aku sayang kamu

Semakin kau coba
Semakin kau ingkari..
Semakin nampak pada diri mu.
Kau selalu mencari ketulusan dan kesetiaan..
Dan kini kau coba menghindar hanya karena ketidak sempurnaan..
Kau memang menawan dan cantik...
Kau punya sejuta alasan untuk d kagumi.
Kau punya alasan untuk di cintai..
Tapi aku bicara dengan ketulusan dan keseriusan..
Aku suka kamu bukan hanya karena wajah dan tubuh mu..
Juga bukan sekedar swara manja mu,rambutmu ataupun warna kulit mu.
Aku suka kamu karena kita pernah kenal..
Aku melihat dirimu sebagai prabadi yang berprinsip..
Yang menjadikan alasan ku suka sama kamu..
Ucapan selamat ulang tahun..
Dan kesendirian ku hingga kini..
Adalah sedikit dari ekspresi perasaan ku..
Hanya saja aku tak mau merayu..
Karena aku serius sama kamu..
Karena aku impikan suatu nanti..
Kau dan aku dalam satu hubungan..
Yang aku berhak mencium kening mu..
Membasuh kaki mu saat kita awali kebersamaan kita..
Menjadi imam dalam hidup dan sholat mu...
Tempat ku berkeluh menjelang tidur ku..
Semua adalah impian..
Kini kau sekuat hati menutup kalau aku serius sama kamu..
Karena aku tak punya alasan kau pedulikan dan terprioritas..
Dan aku terlalu memaksakan satu nanti kau membalas rasa ini.. Aku sayang kamu..

Tentang sebuah Impian

Reduplah kesedihan bersama gelap malam..
Saat terbayang wajah mu manis.
keindahan mu adalah puisi..
Yang terngaung dalam bayang ku..
Menembus batas-batas kesedihan dalam kesepian...
Manis,masih ku rindu saat itu tersulap dalam sebuah yang nyata..
Saat yang ku impikan..
Saat kita di satukan dalam komitmen,
Walau sebenarnya aku tak pernsh tau kapan itu..
Dua atau tiga tahun atau malah lebih..
Atau malah tak pernah ada saat itu...
Kini aku pun tenggelam dalam impian..
Dan kau adalah telaga mimpi itu..
Yang berwarna indah saat senja menjelang..
Yang pancarkan warna kebahagian..
Menusuk dan memeluk bayang pilu..
Aku suka manis ku...
Aku sayang kamu manis ku..
Aku suka dan sayang kamu selebih pelangi..
Lebih dari indah lazuardi saat hari yang cerah..
Walau semua kini masih ku simpan dalam diam ku..
Dalam sebuah harapan satu saat nanti kan indah pada masanya..
Pada ketika aku duduk di samping mu...
Sambil ku genggam tangan mu menanti senja berubah petang...
dan kita bercerita hari esok..
tentang suatu hari akan hadir si buah hati..
dan lengkaplah hati kita dalam satu di batas senja..
hingga pada akir waktunya kita terpejam di bawah langit malam kehidupan..
di dalam doa yang kita munajatkan selalu..
"ya Alloh perkumpulkanlah kami dalam suraga mu..
dalam keridhoan mu dan pintu-pintu rahmatmu ra Rob.."
ucap "amin" manis ku..
karena aku ingin kita bersama hingga alam keabadian..

Amin ya Rob..

sebuah prioritas

tak pernah salah orang cinta..
tak pernah salah orang berpaling..
seribu alasan seseorang terprioritas...
sejuta alasan untuk terabaikan..
Cinta dan perasaan adalah rangkaian masa depan...
sesuatu yang di jalani untuk masa depan...
kecerahan masa depan adalah alasan..
pendidikan gelar dan kemapanan..
adalah sebuah alasan untuk di prioritaskan..
manusiawi,
masa depan yg indah adalah alasan..
kenapa seseorang harus belajar..
kenapa seseorang harus bekerja..
kenapa seseorang harus terprioritas..
dan kenapa juga seseorang harus di abaikan..
semua untuk masa depan..
bukan cinta ketulusan dan kesetian..
melainkan Cinta kebahagiaan dan masa depan yang menjanjikan..
pihan cerdas,manusiawi,yang membuat hati ini merintih,
"Ya Rob,ku serahkan semua padamu,..
semoga suatu saat nanti kau kirimkan,
seseorang yang mengerti keterbatasan, 
seseorang yang sederhana,
seseorang yang iklas terima hamba mu ini sebagai imam nya.
yang setia mengiringi perjalanan dan setia menerima dan tunduk sepenuhnya.
dan perkumpulkanlah kami di surga mu yang penuh rahmat.."
amin

Pacitanese

sore ini  aku melihat mu begitu puitis...
menderu merdu dengan bahasa cinta mu..
pujangga alam tempat aku di besarkan..
hujan mu adalah sajak keselarasan.
di antara mendung putih yang luruh..
menembus batas-batas kehangatan..
begitu pelan...
menyiramkan kesih sayang,
pada setiap jurang bumi kehausan.
hingga tumbuh benih-benih pemimpi,
para pemimpi yang akan merubah jagad ini..
aku cinta segala tentang mu kota ku...
aku cinta langit mu,
aku cinta keramahan pantai mu.
aku cinta kelok indah goa-goa mu.
aku cinta segala tentang mu.
yang mungil anggun sebelah tengah pulau ini.
dalam pangkuan samudera selatan.
dari mu ku lahir dan dibesarkan.
dari sari-sari tanah mu yang mereka bilang tandus.
dari mu juga lukisan mimpi itu ku warnai.
dan mungkin dari dan untuk mu jua..
lukisan itu akan ku ubah..
menjadi sebuah pertunjukan nyata kehidupan.
yang akan membuat mereka tepuk tangan.
untuk nama mu,dan tangan ku.
sekali lagi,..
aku cinta kau kota ku.

Apa kita

apa kita puas,
 jika hanya hidup sebagai seorang pasif.
berguru pada buih di lautan dan bangga jadi pengecut.
yang menyamakan malaikat dengan ujung senapan.
merunduk-runduk di balik tiran,
berbesar mulut menuturkan progam yang lebih baik.
hidup ini hanya sekali,
sayang jika hanya di gadaikan pada kekuasaan.
tapi lebih dari itu,
kendalikanlah keadilan dan belajarlah akan sebuah kemerdekaan dalam sebenarnya makna.
apa kita cukup,
jika lahir hanya untuk jadi figuran.
yang selalu saja dinomer sekiankan.
tampak nyata namun tak ada.
setiap manusia adalah tokoh utama dalam hidupnya.
yang berhak berperang juga dilindungi didalam tandu.
tapi dilindungi itu membuat mu susah dibedakan.
mana ibu hamil,
mana pemimpin,
dan mana mayat yang diantar ke peristirahatan.
jangan mempermalukan Tuhan mu,
dengan menjadi hamba yang menjilat pantat imperalis.
apa kita mengerti,
penderitaan yang tak kita lihat.
jerit tangis kehausan bayi-bayi bernasip malang.
yang ibunya takut menyusui atas nama penampilan.
masih saja memikirkan diri,
sementara anak-anaknya di kandang sapi.
setidaknya manusia cacatpun juga berhak,
atas satu kehidupan yang lebih manusiawi.
kambing menggombek,
ayam berkokok,
dan anak manusia dalam pelukan ibunya.
Apa kita hanya bisa diam,
Setia menjadi penonton,
Yang hanya bertepuk tangan dan bersorak.
Hidup mati memang soal biasa,
Dan sejarah itu hanyalah sebangsa  Bung Karno,
Selebihnya hanyalah masa lalu dan kenangan.
Dan sekarang,
terserah pada mu

Satu alasan

Aku melihat rangkaian langit begitu puitis,
Lazuardi yang tersenyum,
Dan matahari yang ceria,
Serta awan mega yang meneduh jiwa.
Lantas adakah satu saja alasan untuk bersedih hati?,
Ditengah sajak-sajak alam yang tak berrima,
Yang terbentang sepanjang pandang jagad raya.
"kenapa tidak"
Semua itu hanya penyejuk jiwa sementara,
Yang akan sempurna kala menikmatinya berdua.
Tapi kadang ada ke tak selarasan dalam kehidupan.
Antara mimpi, takdir, dan kenyataan.
Patutlah seorang insan bersedih jiwa,
Kala tak ditemuinya maksut setengah jiwanya,
Yang didekati menjauh,
Yang diharapnya berpaling,
Dan yang dikejar berlari sepenuh hati.
Lalu manusia mana yang bahagia,
Saat kebahagian yang diharapnya ternyata bukan takdirnya.
Kebahagian itu milik mereka,
Orang -orang nomor satu yang terprioritas,
Sedang kaum nomor dua hanya figuran dalam urusan percintaan.
Yang iklas atau tidak harus dilepaskan.
"Aka ora opo opo"
Kata hiburan penuh kebongan ini adalah miliknya.
Namun, terkadang jiwa tak setegar kata,
Setidaknya ada hati dalam setiap tegapnya badan.
Di balik kepalan tangan yang keras,
Selalu ada air mata pada jiwa laki-laki.
Dan Tuhan ciptakan itu bukan tanpa guna.
Melainkan agar membuat hidup lebih berasa.
Tak hambar apalagi sepah.
Tapi tak mengapa,
Itu hanyalah sebuah hal wajar.
Esok atau lusa berharap semua membaik.
Agar benar seutuhnya bisa terluangkan masa,
Untuk menikmati sajak-sajak alam yang teramat puitis.
Yang sepat terduakan karena wanita.
Darimu aku taruhkan harapan ini,
Dan pada mu seluruh baik-buruk pribadi ini,
Karena sungai kecil pun berharap bermuara pada lautan,
Walau kadang tak semua nasib sungai mujur
Tak pernah memijak angin pantai,
Walau hewan pembunuhpun tahu,
betapa kerasnya perjuangan sungai kecil menuju laut.
Gunung, Pantai, dan wanita, adalah serangkaian sempurna estetika.
Hargai dan pahami.
 
Free Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Website templateswww.seodesign.usFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver