suatu ketika sesosok makluk harus terlahir di dunia,dengan lebel manusia
kami awali kisah ini. kami lahir dari seseorang yang kami sebut "IBU".
beliau membesarkan kami dengan penuh cinta, dan mengenalkan kami pada
isi dunia ini. sekali lagi, dengan penuh cinta.pada saat kami mencari
pintu akan dunia ini, ibu sudah mempertaruhkan nyawanya untuk kami, dan
tak sedikit dari ibu kami harus merelakan waktu dan tempatnya di dunia
ini untuk kami gantikan oleh kami, sungguh andai hidup ini sebuah
harapan, aku tak berharap ada pilihan semacam ini, aku atau ibu yang
bertahan,takkan pernah.
Aku tak bisa bayangkan, bagaimana rasanya harus mengandung selama lebih
dari sembilan bulan. membiarkan perutnya nampak membesar, dan berbagi
nutrisi dengan kami yang begitu ingin hidup dan mendampinginya.
kecantikan, keindahan tubuh, serta kekuatan tak apa beliau korbankan
untuk sekedar berbagi dengan kami agar tetap hidup,walalu satu
kemungkinan setelah sembilan bulan nanti kami menantang ibu kami utuk
bertaruh, kami atau beliau yang mampu bertahan hidup. kami selalu
berharap bisa sama-sama bertahan,walau kenyataan tak selamnya begitu.
ibu,untukmu, aku bisa menduakan gadis-gadis yang pernah ku kenal, tapi
tak satupun yang kan membuat ku berpaling dari mu, kecuali Tuhan dan
Kematian.
terimaksaih ibu, semoga Rahmat, karunia serta keridhoan Alloh SWT selalu
menyertaimu. dan maafkan kami ibu bila mana tak bisa menjadi yang kau
mau, mempermalukan enkau dihadapan Tuhan. Ibu, kami akan selalu berusa
berubah, kami janji ibu.
"UNTUK MU IBU"
seribu tetesan air mataku mungkin tak mampu,
keluh yang mengaduh, desah yang begitu resah begitu pilu,
harta melimpah, dan segala keindahan dunia in juga tak sanggup,
andai semua bisa ku bingkis untuk menebus akan apa yang telah kau berikan.
Ibu,..
anak mu kini seorang laki-laki,
yang sedikit banyak mengerti akan wanita,
namun tak pernah ada,
yang mendekapku layaknya engkau.,
aku rindu dipelukmu,
tidur dipangkuanmu,
dan mendengarkan kidungan menjelang tidurku,
kau begitu bisa membuat ku menduakan kekasihku,
tapi untukmu ibu,
hanya Tuhan yang mampu memisahkan kita.
untuk mu ibu,
aku akan siap menangis,dan bersedih,
walau kau selalu mengajari ku akan senyum dan kebahagiaan.
untuk mu ibu,
semoga Rahmat, Keridhoan dan kasih sayang Tuhan untukmu selalu,
maafkan aku ibu,...
bila tak selalu seperti bintang harapan mu,
sampai bumi tak tahu harus kemena dia berputar,
aku akan selalu berdoa,dan mengharap doa mu,..
ibu,..
Senin, 17 November 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar